Paparkan Kebijakan Fiskal Indonesia, Menteri Keuangan Beri Orasi Ilmiah di Universitas Bengkulu

INDONESIASATU.CO.ID:

Wartabengkulu.com : Bengkulu – Jumat (22/2) Bertempat di Gedung Serba Guna Universitas Bengkulu, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, SE, MS, Ph.D memberikan Orasi Ilmiah. Orasi Ilmiah yang mengangkat tema ‘Tata Kelola Keuangan Negara dalam Perekonomian Indonesia’ selain dihadiri oleh Para Pejabat Eselon I dan Eselon II Kementerian Keuangan juga dihadiri oleh ribuan mahasiswa se-Provinsi Bengkulu.

Acara Orasi Ilmiah diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Acara dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan oleh Rektor UNIB Dr. Ridwan Nurazi, M.Sc. Tidak lupa, Rektor memperkenalkan sosok Sri Mulyani yang mendapatkan gelar sebagai Menteri Keuangan terbaik se-Asia. Ridwan berharap kegitan orasi ilmiah ini menjadi wadah pengkayaan ilmu bagi mahasiswa, dosen dan civitas akademika lainnya, khususnya tentang kebijakan fiskal dan tata kelola keuangan negara.

Acara dilanjutkan dengan Orasi Ilmiah yang dipaparkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, SE, MS, Ph.D. Beliau mengawali Orasi Ilmiahnya dengan mengingatkan para mahasiswa dan generasi muda umumnya bahwa Indonesia dibangun dengan cita-cita besar yang disusun dan dirumuskan oleh funding father, tertuang dalam Konstitusi, UUD 1945.

“Cita-cita besar Bangsa Indonesia sekarang akan menjadi tanggungjawab kita semua. Mahasiswa tugasnya belajar dan belajar terus agar memiliki kemampuan mengembang estape kepemimpinan masa akan datang. Begitu pun saya, kami di Kementerian Keuangan, bertanggungjawab dalam kebijakan keuangan negara agar bisa dikelola dengan baik sehingga mencapai tujuan untuk mencerdaskan Bangsa, menjaga stabilitas perekonomian, mengentaskan kemiskinan, dan memajukan pembangunan Bangsa di berbagai sektor,” ujar Menteri Keuangan Terbaik se-Asia.

Pada kesempatan tersebut, Menkeu juga menjelaskan mengenai kebijakan fiskal yang diambil pemerintah dalam bidang perpajakan dan anggaran belanja negara, dimana mencakup tiga fungsi yaitu alokasi, distribusi dan menjaga stabilitas perekonomian. Dalam mengelola APBN  yang merupakan instrumen fiskal, terdapat rambu-rambu agar tiga fungsi tersebut dapat terlaksana dengan baik. Selanjutnya, Beliau juga memaparkan refleksi APBN 2018 dan Kebijakan 2019, perekonomian dan fiskal bengkulu, serta inovasi untuk negeri.

Menkeu juga menyoroti pentingnya upaya meningkatkan ekonomi daerah Bengkulu.  Saat ini, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Bengkulu telah mencapai Rp17,27 triliun atau Rp33,8 juta perkapita. Sektor pertanian masih memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Bengkulu. Angka pengganguran di tahun 2018 sebesar 3,51%, inflasi 2,35%, kemisikinan 15,43 %, dan indeks pembangunan manusia 69,95 dan gini ratio 0,36.  Beliau mengingatkan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu perlu mengejar ketertinggalan dengan menggunakan semua kebijakan guna meningkatkan ekonomi di Bengkulu.

Diakhir orasi ilmiahnya, Menkeu juga mengajak mahasiswa untuk bekerja menjadi pemimpin, tulang punggung dan berpikir secara detil apa yang harus diperbaiki dan bagaimana memperbaikinya agar Indonesia tumbuh dan kesejahteraaan sosial dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang disambut sangat antusias oleh mahasiswa yang hadir.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bengkulu yang juga merupakan Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Bengkulu, Ismed Saputra, menjelaskan Kunjungan Menkeu ke Universitas Bengkulu bertujuan guna memberikan edukasi kepada akademisi dan mahasiswa tentang pengelolaan keuangan negara dan tantangan Indonesia kedepan, serta memberikan gambaran tugas Kementerian Keuangan dalam mengelola penerimaan dan belanja negara untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

  • Whatsapp

Index Berita