Komitmen Pembiayaan UMi, Menteri Keuangan Kunjungi Pasar Tradisional Modern Bengkulu

INDONESIASATU.CO.ID:

Wartabengkulu.com : Bengkulu – Jumat (22/2) Sebagai bentuk komitmen dan dukungan Pemerintah terhadap pengembangan usaha mikro melalui Pembiayaan Ultra Mikro (Pembiayaan UMi), Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia, , Sri Mulyani Indrawati, SE, MS, Ph.D mengunjungi Debitur Pembiayaan UMi di Pasar Tradisional Modern (PTM) Bengkulu. Tiba sekitar pukul 16.00 WIB, Menteri kelahiran Bandar Lampung tanggal 26 Agustus 1962 itu disambut hangat oleh para pedagang dan pengunjung PTM Bengkulu.

Menkeu menjelaskan bahwa pembiayaan Ultra Mikro (UMi) adalah program Pemerintah yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pembiayaan UMi merupakan program pembiayaan kepada masyarakat usaha mikro di lapisan terbawah yang belum dapat difasilitasi oleh perbankan dimana merupakan tahap lanjutan dari bantuan sosial menuju kemandirian usaha, serta merupakan komplementer program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Untuk menjalankan program ini, Pemerintah menunjuk Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang merupakan BLU di bawah Kementerian Keuangan sebagai koordinator dana (Coordinated Fund) yang bertugas menghimpun dana dan menyalurkannya kepada usaha produktif melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Penyaluran tersebut dicapai melalui kerja sama PIP dengan 3 Penyalur yang telah ditunjuk yaitu PT. Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani dan PT Bahana Artha Ventura (BAV).

Pada era digital saat ini, pembiayaan UMi juga telah membentuk Digitalisasi Pembiayaan UMi yang telah diluncurkan pada bulan Desember 2018 yang lalu oleh Menteri Keuangan. Hal ini merupakan inovasi guna mendorong masyarakat mikro untuk mengembangan usahanya melalui e-commerce. Dalam menjalankan Digitalisasi Pembiayaan UMi, Kementerian Keuangan bersinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menyediakan akses teknologi dan informasi yang lebih luas ke wilayah yang belum terakses layanan pembiayaan dan memberikan layanan yang lebih mudah dan cepat.

Sampai dengan 13 Februari 2019, secara nasional, Pembiayaan UMi telah disalurkan pada 762.744 debitur dengan total penyaluran sebesar Rp. 2,1 triliun, yang artinya rata-rata pembiayaan per Debitur sebesar Rp. 2,7 juta. “Nilai pinjamannya bervariasi mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 10 juta dengan syarat-syarat yang ringan sekali,” ujarnya disela-sela dialognya bersama masyarakat penerima kredit Ultra Mikro (UMi) yang disalurkan melalui PT. Pegadaian Persero Tbk. Cabang Bengkulu.

Khusus di Provinsi Bengkulu, Pembiayaan UMi telah menjangkau 169 Debitur dengan total penyaluran lebih dari Rp. 1 miliar. Penyaluran Tertinggi ada di Kota Bengkulu dengan total mencapai Rp.455 juta kepada 77 Debitur yang disusul oleh Kabupaten Rejang Lebong yang menyalurkan Rp.437 juta kepada 72 Debitur.

Saat ini penyaluran Pembiayaan UMi di Provinsi Bengkulu belum maksimal, dimana potensi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang sangat besar. Hal ini merupakan peluang dan tantangan bagi semua pihak yang terlibat. Untuk memperluas jangkauan penyaluran Pembiayaan UMi di Provinsi Bengkulu, diperlukan partisipasi aktif Pemerintah Daerah dalam menjaring debitur dan koperasi yang potensial.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, yang juga merupakan Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Bengkulu, Ismed Saputra menjelaskan bahwa salah satu tugas Kanwil dan KPPN di seluruh Indonesia adalah melakukan monitoring penyaluran Pembiayaan UMi di wilayah kerja masing-masing dan bersinergi dengan terus berkoordinasi bersama LKBB, OJK, BI, serta Pemerintah Daerah.

  • Whatsapp

Index Berita