Kajian Fiskal Regional, Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu Selenggarakan Diseminasi & FGD

INDONESIASATU.CO.ID:

Wartabengkulu.com : Bengkulu – Selasa (09/4) Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu menyelenggarakan Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR) dan Focus Group Discussion Keuangan Regional Tahun 2019.

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Raflesia Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu ini dihadiri oleh Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bengkulu, Kepala Biro Adminstrasi Perekonomian Setda Provinsi Bengkulu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu, serta Kepala/Pimpinan/Perwakilan Mitra Kerja Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Ismed Saputra. Dalam sambutannya, Kakanwil menjelaskan Fiskal yang sehat akan mendorong 3 Fungsi Pokok Kebijakan Fiskal (Fungsi Alokasi, Stabilisasi, dan Distribusi) berjalan optimal yang selanjutnya akan dapat menopang pembangunan yang berkelanjutan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan.

Ismed menjelaskan bahwa kebijakan fiskal daerah direviu dalam laporan KFR dimana juga menyajikan informasi kondisi makroekonomi di suatu daerah. Beliau juga menjelaskan, dalam rangka pengembangan perekonomian regional, KFR memiliki peran sebagai pendorong proses pengelolaan keuangan regional yang lebih baik dan sebagai pendorong pencapaian tujuan desentralisasi fiskal.

Kakanwil juga memaparkan indikator ekonomi regional provinsi Bengkulu, dimana pertumbuhan ekonomi mencapai 4,99% dimana lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,17%, dan tingkat inflasi 2,35% yang juga lebih rendah dari tingkat inflasi nasional sebesar 3,13%. Indeks pembangunan manusia di Provinsi Bengkulu mencapai 69,95%, dan tingkat pengangguran sebesar 3,50%.

Ismed juga menyampaikan rekomendasi guna meningkatkan kesejahteraan penduduk di Provinsi Bengkulu. Beliau meminta Pemerintah Daerah memfokuskan kebijakan fiskalnya ke sektor pertanian terutama produksi kelapa sawit, karet, dan kopi yang saat ini menjadi potensi unggulan di Provinsi Bengkulu. Pemerintah Daerah juga diharapkan dapat meningkatkan porsi belanja modal yang difokuskan kepada sektor pertanian dan pariwisata. Terkait dana desa, pemerintah juga diminta dapat mengelola dana desa dengan lebih efisien, yang dapat difokuskan kepada pengembangan SDM aparatur desa, pemberdayaan usaha mikro masyarakat desa, serta pembangunan infrastruktur desa.

Kegiatan Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR) dan Focus Group Discussion Keuangan Regional Tahun 2019 ditutup dengan penyerahan Buku KFR secara simobils oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Ismed Saputra kepada Asisten III Setda Provinsi Bengkulu, Gotri Suyanto. Kakanwil berharap dengan Buku KFR ini dapat menjadi salah satu pedoman Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu dalam rangka peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Provinsi Bengkulu.

  • Whatsapp

Index Berita