Kanwil DJPB Propinsi Bengkulu Adakan Bimtek Tingkatkan Kualitas KFR dan RPA, Agar Bermanfaat Bagi Perekonomian Bengkulu.

INDONESIASATU.CO.ID:

Bengkulu – Kamis (31/1), Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penyusunan Reviu Pelaksanaan Anggaran (RPA) dan Kajian Fiskal Regional (KFR). Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, dihadiri oleh Para pejabat  Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu.

Kegiatan Asistensi Penyusunan RPA dan KFR dibuka oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Ismed Saputra. Dalam sambutannya, Ismed Saputra, meminta bantuan kepada Direktorat Pelaksanaan Anggaran Ditjen Perbendaharaan untuk membantu peningkatkan kualitas Laporan KFR dan RPA Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu kedepannya. Ismed, berharap dengan adanya kegiatan asistensi ini, Laporan KFR dan RPA Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu dapat bermanfaat bagi perekonomian di Bengkulu. Ismed menjelaskan " dalam Kajian Fiskal Regional, kanwil dapat melakukan analisis bagaimana pendapatan dan belanja yang terjadi di Propinsi Bengkulu di kaitkan dengan indikator ekonomi yang di lakukan BPS. Hingga bermanfaat untuk rekomendasi kebijakan oleh Pemerintah Daerah" Demikian juga hal nya terkait dengan Review Pelaksaan Anggaran, ujarnya.

Kegiatan Asistensi dilanjutkan dengan paparan Narasumber dari Direktorat PA DJPb, Trisna Eka Wijaya. Trisna, memaparkan terkait KFR, dimana KFR menyajikan informasi terkait kondisi makroekonomi dan kebijakan fiskal daerah. Dalam pengembangan perekonomian regional, KFR memiliki peran untuk mendorong proses pengelolaan keuangan regional yang lebih baik dan mendorong pencapaian tujuan desentralisasi fiskal. Trisna, juga memaparkan teknik penyusunan dan kriteria penilaian KFR.

Pemaparan selanjutnya mengenai RPA disampaikan oleh Narasumber dari Direktorat PA DJPb, Kurniawan Santoso. Tujuan RPA adalah sebagai masukan dalam mendukung penyusunan kebijakan pelaksanaan anggraan dan sebagai media penyampaian informasi mengenai keterlaksanaan atas belanja kementerian/lembaga kepada publik dan stakeholder. Tidak hanya itu, Kurniawan, juga menyampaikan kriteria penilaian RPA, kekurangan dan identifikasi peluang perbaikan RPA Kanwil DJPb Bengkulu.

Para peserta kegiatan asistensi sangat antusias dalam diskusi yang diadakan. Kesimpulan dari diskusi tersebut adalah RPA merupakan reviu kendala permasalahan pelaksanaan anggaran, sedangkan KFR lebih menitikberatkan pada dampak makro terhadap perekonomian daerah.

  • Whatsapp

Index Berita